Konurbasi Metropolitan Jabodetabekjur

KONURBASI METROPOLITAN JABODETABEKJUR

Konurbasi merupakan sebuah wilayah perkotaan yang terdiri dari beberapa kota, yang dikarenakan pertumbuhan populasi dan pengembangan, telah secara fisik menjadi satu wilayah yang terus berkembang.

Konurbasi metropolitan Jabodetabekjur telah mengembangkan Jakarta ke segala arah dengan radius titik pancar 15 km dari Monas sebagai titik pusat. Dalam rentang 30 tahun (1970–2000) daerah terbangun metropolitan Jabodetabekjur berkembang dengan cara leapfrog, membentuk urban sprawl; dengan tahapan model struktur ruang bagian dalam kota Jakarta dari model konsentrik (1970) ke model sektor (1985) dan model inti berganda (1995).

Perubahan-perubahan ini dilakukan untuk mengakomodasi fungsi-fungsi Kota Jakarta yang tidak hanya sebagai pusat pemerintahan namun juga pusat perdagangan dan jasa. Sebagai dampaknya pembangunan metropolitan Jabodetabekjur yang sangat pesat ini membutuhkan prasarana dan sarana yang tinggi, sedangkan kapasitas lahan untuk mendukung penyediaan prasarana dan sarana di metropolitan Jabodetabekjur terbatas. Sehingga terjadi ketidakseimbangan antara penggunaan kapasitas lahan yang terbatas untuk kepentingan ekonomi dibandingkan kepentingan lainnya seperti penyediaan ruang publik, cagar budaya, dan konservasi.

Rencana tata ruang wilayah merupakan acuan dasar penggunaan ruang kawasan yang ditetapkan oleh Undang-undang. Namun, isu dan permasalahan metropolitan Jabodetabek bersifat multidimensi dan multisektoral dalam lingkup wide area. Dengan demikian penataan ruang metropolitan Jabodetabekjur tidak dapat didasarkan diberlakukan secara sama berdasarkan wilayah administratif, namun harus merupakan hasil sinkronisasi dari rencana tata ruang dan program-program masing-masing Kota dan Kabupaten yang tergabung dalam metropolitan Jabodetabekjur.

Perpres 54 Tahun 2008 telah ditetapkan sebagai pedoman bagi pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan penataan ruang di 11 Kota/Kabuaten metropolitan Jabodetabekjur. Karena itu proses konurbasi metropolitan Jabodetabekjur seharusnya menjadi pertimbangan dalam penetapan arahan kawasan budidaya dan kawasan lindung di metropolitan Jabodetabekjur dalam upaya membangun Eco-Region metropolitan Jabodetabekjur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s