Meninjau Konsep Superblock Sebagai Bentuk Upaya Renewal Pusat Kegiatan Perkotaan : Studi Kasus Kawasan Superblock Waduk Melati Dan Segitiga Senen

Tekanan ekonomi yang sangat kuat telah mendorong bertumbuh kembangnya konsentrasi kegiatan pada pusat-pusat ekonomi di kawasan perkotaan. Dengan sistem mixed use, ahli-ahli perencana berupaya memusatkan kegiatan ekonomi terpadu dengan way of life masyarakat kota. Pada hasilnya, kemunculan konsep-konsep integrated central bussines district menjadi suatu hal yang wajar ditemui dipusat perkotaan. Di Kota DKI Jakarta,  Kawasan Superblok Mega Kuningan, Sudirman   Central   Bussines   District, Kuningan Area Development Project,  BNI  City,  Waduk Melati Superblock, Senayan  Square,  dan  Superblok Segitiga Senen berkembang sebagai akibat pengaruh agglomeration economic yang kuat tersebut.

Superblock sangat populer pada awal dan pertengahan abad ke-20, yang timbul dari ide-ide modern dalam arsitektur dan perencanaan kota. Sebuah superblock pada dasarnya jauh lebih luas daripada blok kota tradisional, dengan ukuran ruang bagi bangunan yang lebih besar, dan biasanya dibatasi oleh space secara luas, dan diakomodasi oleh arteri atau jalan protokol daripada jalan lokal di mana hirarki jalan telah menggantikan grid tradisional serta biasanya dilayani oleh jalan-jalan cul-de-sac[1].

Baca selengkapnya…