MITIGASI BENCANA KOTA PESISIR

1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kawasan pesisir merupakan kawasan dengan tingkat kerentanan tinggi, karena wilayahnya yang berbatasan dengan perairan, membuatnya rentan akan pengaruh dan tekanan dari perairan tersebut. Namun pada kenyataannya, saat ini sekitar 70% penduduk dunia tinggal pada kawasan yang berbatasan dengan perairan tersebut. Hal ini dikarenakan kawasan pesisir membuka sejumlah peluang yang tidak diberikan oleh kawasan lainnya, seperti kemudahan akses dan dukungan sumberdaya.
Berdasarkan peta indeks resiko bencana yang dikeluarkan oleh BNPB, kawasan pesisir setidaknya merupakan kawasan yang rentan terekspos oleh bencana gempa bumi, gunung api, erosi, tsunami dan banjir. Tingginya tingkat kerentanan di kawasan pesisir ini merupakan ancaman yang sangat nyata bagi kota-kota di Indonesia yang ternyata sebagian besar berada di kawasan pesisir.
Mitigasi berdasarkan Undang-undang No 27 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Mitigasi bencana merupakan tanggung jawab dari secara bersama dari seluruh lapisan masyarakat, dengan Pemerintah Daerah sebagai koordinatornya. Sehingga evaluasi kelebihan dan kekurangan dalam program mitigasi bencana di daerah adalah sepenuhnya merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah. Diharapkan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi mitigasi bencana dalam perencanaan pengembangan kota-kota terutama yang berada di kawasan pesisir akan mampu mengurangi dampak bencana yang akan terjadi sehingga kota-kota pesisir tersebut akan dapat berkelanjutan.
Baca selengkapnya…