Go Beyond Earth Hour!

Empat tahun telah berselang, ketika Earth Hour pertama kali dirayakan. Pada tahun 2007 tersebut, Kota Sydney justru menghangat oleh sukacita lebih dari 2,2 juta orang yang merayakan Earth Hour. Gelap memang, karena tujuan Earth Hour adalah efisiensi energi. Namun kesadaran secara kolektif melalui aksi kecil ini berdampak sangat luar biasa. Setidaknya, bagi Jakarta, Earth Hour 2010 selama satu jam telah menghemat konsumsi listrik sebesar 300MWh, yang dapat mengistirahatkan satu pembangkit listrik atau dialihkan untuk menerangi 900 desa yang masih gelap gulita.

Earth Hour selalu disambut dengan sangat baik setiap tahunnya. 128 Negara mematikan listrik untuk menunjukkan bahwa aksi individu yang sederhana sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di Bumi kearah yang lebih baik.

Earth Hour sangat efektif untuk meningkatkan kesadaran kolektif akan keberlanjutan Bumi kita. Namun pesan Earth Hour adalah lebih dari sekedar menekan saklar lampu sekali dalam setahun, karena sejatinya Earth Hour lebih kepada mengedepankan perubahan gaya hidup menjadi lebih hemat energi dalam kehidupan sehari-hari kita.

Sampai disini tentunya mulai membosankan, karena wejangan seperti ini bisa mengalir secara normatif dari siapa saja kepada siapa saja setiap hari. Tapi apakah anda punya tiga pohon tertanam di rumah anda? Saya punya, karena pada dasarnya 1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya, karena itu saya menanam tiga pohon dirumah saya. Satu untuk saya dan istri saya, satu untuk kedua anak saya, dan satunya lagi untuk mobil saya.

Atau bagaimana anda bepergian selama ini? Dalam sebulan mobil saya melepas sekitar 45 kilogram CO2 keudara. Nilai tersebut adalah 23 hari kerja dikalikan rerata 140 gram C02 yang dikeluarkan mobil Kia setiap kilometernya dikalikan 14 km pergi pulang dari rumah ke tempat bekerja. Saya juga mengeluarkan biaya lebih dari Dua juta rupiah setiap bulannya untuk energi fosil yang dibakar mobil saya.

Earth Hour menginspirasi saya untuk mencoba melalukan transisi moda perjalanan sehari-hari. Hasilnya, saya berhasil menekan buangan C02 saya menjadi 32 kilogram setiap bulannya. Transisi moda ini juga membantu saya melakukan penghematan hingga 1,6 juta setiap bulannya. Transisi ini bisa jauh lebih baik jika saja mekanisme park and ride di Jakarta sudah terintegrasi, untuk menyemangati bepergian dengan kendaraan umum.

Setiap manusia memiliki carbon footprints-nya sendiri-sendiri. Namun jumlahnya sangat kontekstual akibat variasi kebutuhan, hak dan tanggung jawab masing-masing. Namun perubahan selalu dimulai dengan langkah individual yang kecil dan sederhana. Sama sekali tidak perlu suntikan dana ataupun teguran alam untuk merealisasikan kesadaran kita demi Bumi yang lebih baik.

Earth Hour adalah tentang memancing semangat, menyuarakan kepedulian dan bekerja sama dalam efisiensi energi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik untuk Bumi kita. Earth Hour tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai satu jam dalam hidup kita, tapi hidup kita lah yang terrefleksikan dalam satu jam Earth Hour. Hargailah kampanye Earth Hour dengan menyayangi satu-satunya yang kita miliki bersama, Bumi kita. Karena, kita hanya punya Satu Bumi, tak ada yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s